Pernahkah kau merasakan kelu, bisu, dan sunyi?
Pernahkah kau melihat ketidakpastian dihadapanmu? Atau bersembunyi dibelakangmu?
Seperti bunga yang layu sebelum dia sempat merenggangkan kelopaknya, saat kau mengharapkan itu.
Seperti gerimis yang menyapa halaman ini, menyembunyikan kedatangan badai ataupun teriknya matahari.
Seperti waktu yang berjalan saat kau menunggu kehadiran seseorang, hadir dan tak hadir.
Bencikah kau dengan keadaan ini?
Rasa yang tertahan, ingin kau ungkapan tapi..... Tak bisa.
Aku berdiri, menegakkan kakiku, kutegapkan badanku, kuayunkan tanganku, ahh... Hanya tertinggal ditempat semula.
Kemarilah , kembalilah, angkatlah tanganku, tarik aku, berlarilah bersamaku.
Jejak-jejak kaki yang menenggelamkan pasir-pasir ditepi pantai, seperti itu.
Bahagilah bersamaku , seakan .....
Seakan hati ini tertanam dengan benih-benih yang menyejukanmu kelak.
Memberikanmu masa depan yang tak kau lihat silaunya.
Ia jelas, kau melihatnya jelas. Masa depan itu.
Pilihlah aku, Mohon....
Berharap kau tidak inginkan banyak orang yang menangis saat kepergianmu,
Hanya berharap cukup seseorang yang akan menangis saat kau merasa sedih dan terluka.
Dengarlah, dengarkan aku....
Kehadiranku ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar